Beranda > Pendidikan > Beaya Sekolah yang Luar Biasa Mahal

Beaya Sekolah yang Luar Biasa Mahal

Tahun ini adalah tahun yang paling membuat saya harus banyak berpikir keras dan bekerja keras untuk bisa memberikan tambahan penghasilan untuk menutupi keperluan yang rutin datang di setiap pertengahan tahun. Apa itu?

Anda benar…. Sekolah anak-anak.
Dan untuk tahun ini, 2010. Ke-3 anakku akan masuk ke kelas 1 semua.
yang besar kelas 1 SMA, Yg kedua kelas 1 SMP,d an yang Bungsu kelas 1 SD. Mantap ndak???
Ini salahku juga sih, waktu membuatnya dulu nggak pakai pikir ngitung rentang waktu tiap anak, yang penting jadi dulu…. (^_^)
Sekarang mau ndak mau sudah harus siap menerima resikonya.

Yang besar akan butuh beaya paling sedikit 2.5 juta
kemudian nomer dua sekitar 2.0 juta, dan yang bungs sekitar 1.5juta. Enam juta totalnya.
Gila bener, coba kalau anaknya 4 atau 5 atau 6 bahkan 10, apa ndak makin pusing ya…
Belum lagi kalau mau masuk Kuliah. Saya lihat di koran, untuk masuk Fakultas Kedokteran UI aja harus siap minimal 25juta, yang termurah sekitar 5 juta, itupun di FMIPA nya. Belum lagi kalau dah diterima, perlu additional untuk KOST, MAKAN, TRANSPORT, BUKU, JAJAN, DLL yg rata2 kalau di Jakarta aja bisa minimal 1.5Juta.

Wajar aja ya, kalau banyak anak2 yg memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan ke yg lebih tinggi, mereka lebih memilih SMK dan sejenisnya. Atau kalau bisa model2 STAN, STTELKOM, IPTDN yg jelas2 kalau lulus langsung kerja.

Persiapan yang Lebih Matang.

Hal ini sudah harus menjadi satu kondisi yang mesti dipikirkan secara serius jika sudah memiliki momongan, baik pada saat masih diperut, ataupun setelah mbrojol ke dunia. Tanpa perencanaan yang matang untuk sibuah hati, nantinya bakalan keok sendiri deh… apalagi yang jumlah buntutnya lebih dari 2 akayak saya…

MENABUNG
Ini jalan yang sebenarnya paling mudah, namun juga jarang dilakukan dengan berbagai alasan. Soalnya dengan membiasakan hal ini, otomatis nantinya ndak bingung2 banget lah… Perkara besarnya bisa di itung sendiri, tiap penambahan anak, tentu harus diikuti dengan penambahan modal yang disetor di tabungan, harus itu. Ini harus diusahakan, ndak peduli apakah gaji kita akan naik terus atau PHK di tengah jalan.

ASURANSI
Ini sebenarnya sama dengan diatas, hanya saja yg ini lebih streng lagi, nabung yg dipaksakan
Setiap penambahan anak, otomatis juga harus ada polis baru yang akan mensupport keuangan sianak nantinya. Enaknya di Asuransi ini adalah, jelas jika kitanya DEAD atau kolaps, anak kita masih ada yg membiayainya, tanpa ada tambahan beaya lagi.

So….
Jika kita peduli dengan amsa depan anak-anak kita…
Sudah saatnya kita untuk mencoba untuk menabung, atau ber asuransi.
Kecil-kecil dulu ndak apa-apa, yang penting adalah MEMULAI.

Kategori:Pendidikan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: